Apa Tujuan Hubungan Anda?

Deretan warna yang berbeda

Miliki Rencana
untuk Setiap
Hubungan.

Entah status kalian melajang, berkencan, menikah, atau “rumit”, hubungan Anda itu penting bagi Allah. Kita semua diperintahkan untuk “mengasihi Tuhan, Allahmu… dan mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.”

Sulit untuk mengasihi orang lain jika Anda tidak mengasihi Allah terlebih dahulu. Tetapi mengasihi Tuhan saja tidaklah cukup. Kasih-Nya perlu mengubah cara Anda memandang diri sendiri. Ketika Anda melihat diri sendiri dari kacamata Tuhan, Anda bisa mengasihi orang lain seperti cara Tuhan mengasihi Anda. Untuk mempunyai tujuan dalam hubungan, utamakanlah Tuhan terlebih dahulu dalam setiap hubungan.

Inilah beberapa Rencana Alkitab
untuk membantu Anda memulai:

Rencana Hubungan

Apa yang Anda doakan?

Lelaki berdoa

Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

FILIPI 4:6

Kesembuhan? Perdamaian? Perlindungan? Terobosan? Apakah Anda berdoa untuk diri sendiri? Atau untuk seseorang yang Anda sayangi? Apa pun yang Anda doakan, pertimbangkan untuk mengundang seseorang yang Anda percayai untuk berdoa bersama.

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

GALATIA 6:2

Mudah-mudahan Anda sudah menemukan bahwa fitur Doa baru YouVersion ini adalah cara yang bagus untuk melacak semua yang Anda doakan. Tetapi Doa YouVersion juga memungkinkan Anda memasukkan teman ke dalam percakapan Anda dengan Tuhan. Ketika Anda menambahkan Doa, yang perlu Anda lakukan untuk mengundang orang lain berdoa adalah ketuk Bagikan dengan Teman.

Bagikan dengan teman di kartu Doa

Sebuah Rantai Doa memungkinkan Teman Aplikasi Alkitab Anda membagikan Doa Anda dengan Teman mereka, yang kemudian dapat membagikannya dengan Teman mereka, dan seterunya.

Buat Rantai Doa

Izinkan Teman dan Teman dari Teman Anda untuk membagikan Doa ini

Aktifkan

Tambah Doa

FacebookBagikan di Facebook

TwitterBagikan di Twitter

EmailBagikan melalui Email

Bible Lens akan berakhir tanggal 31 Mei

Bible Lens

Selamat tinggal, Bible Lens.
Terima kasih untuk memori indahnya!

Bible Lens

Pada tahun 2018, kami meluncurkan Bible Lens untuk membantu menyingkapkan Firman Tuhan dalam setiap momen spesial kehidupan Anda. Dan kemungkinan fitur ini dapat menjadi bagian di dalam Aplikasi Alkitab.

Namun, untuk saat ini, alih-alih terus memperluas Bible Lens, kami lebih fokus dalam menciptakan berbagai fitur baru yang membantu Anda semakin dekat dengan Tuhan setiap hari—seperti Doa—dan banyak lagi yang akan datang.

Meskipun Bible Lens akan dihapus dari App Store dan tidak akan berfungsi setelah tanggal 31 Mei, Anda dapat menyimpan momen-momen dalam Bible Lens ke dalam galeri foto Anda sebelum tanggal 31 Mei.

Terima kasih sudah menjadi bagian spesial dari Komunitas YouVersion global, dan melalui perjalanan ini bersama kami. Kami sangat bergembira atas berbagai cara yang Anda lakukan untuk membagikan momen a-ha! dari Bible Lens.


Temukan Gambar Ayat yang dapat dibagikan
dalam Aplikasi Alkitab >>

Memelihara keluarga itu sulit.

Apa artinya
menjadi “Orang tua yang Baik”?

Memelihara keluarga bisa menjadi hal yang sulit. Kita semua ingin memberi anak-anak kita lebih dari yang kita miliki — keamanan dan stabilitas, pengalaman yang memperkaya, dan peluang untuk tumbuh. Bagaimana kita membimbing anak-anak kita secara rohani, untuk menciptakan dunia yang lebih baik?

Untungnya, kita tidak perlu mencari tahu sendiri. Banyak yang telah menjalani sebelum kita, mendokumentasikan pengalaman mereka dengan hal-hal yang berhasil untuk mereka. Rencana-rencana Alkitab ini dapat membantu Anda melewati berbagai tahapan dalam perjalanan Anda:

Jelajahi Rencana Alkitab

Apakah Hidup Terasa tak Terkendali? Ingat 3 Hal Ini:

KUATKANLAH DAN TEGUHKANLAH HATIMU, HAI SEMUA ORANG YANG BERHARAP KEPADA TUHAN!

Mazmur 31:24

400 tahun. Itulah berapa lama orang Israel menunggu Tuhan untuk membebaskan mereka dari perbudakan. Tetapi setelah mereka meninggalkan Mesir, Tuhan tidak membawa mereka langsung ke tanah perjanjian mereka.

Sebagai gantinya, mereka berkemah di kaki gunung sementara Tuhan mengajar Musa. Selama masa itu, kemuliaan Tuhan diam di atas gunung.

Tapi setelah 40 hari, orang Israel menjadi frustrasi oleh penundaan…sehingga mereka menolak Tuhan dan mengejar apa pun yang menyenangkan mereka.

Jika Anda pernah merasa frustrasi oleh musim yang tidak pasti yang berlangsung lebih lama dari yang Anda perkirakan, Anda tidak sendirian.

Menunggu dapat menyebabkan kekecewaan dan frustrasi. Pada saat-saat itu, kita dapat menjadi begitu fokus pada keadaan kita sehingga kita lupa bahwa Tuhan masih memegang kendali. Jika Tuhan memegang kendali, kita mungkin bertanya, lalu di mana Dia? Kenapa tidak ada yang berubah?

Inilah tiga kebenaran untuk diingat:

  1. Menunggu mengungkapkan apa yang Anda sembah
  2. Ketika rencana-rencana Israel tertunda, mereka mengejar kepuasan seketika karena itulah yang sebenarnya mereka hargai.

    Ketika Anda mendapati diri Anda tidak puas dengan situasi Anda, apa yang Anda pilih? Apa yang Anda fokuskan mengungkapkan apa yang Anda hargai, dan apa yang Anda hargai menentukan apa yang Anda sembah.

  1. Menunggu tidak pernah sia-sia
  2. Tuhan tidak menahan janji-Nya dari orang Israel—Dia sedang mempersiapkan mereka untuk itu.

    Jadwal Tuhan berbeda dari kita, tetapi penantian Anda mungkin sebenarnya mempersiapkan Anda untuk rencana-rencana dan tujuan-tujuan yang Tuhan miliki untuk Anda.

  1. Menunggu membantu kita fokus pada kesetiaan Allah
  2. Kesetiaan Allah tidak berubah. Allah yang dengan sabar melindungi dan memelihara orang Israel juga menaklukkan maut agar Anda dapat mengalami hidup yang kekal.

    Jika Anda merasa lelah menunggu, lihat ke atas dan lihat ke belakang. Cari bukti kehadiran Tuhan, dan lihat kembali apa yang telah Dia lakukan untuk Anda. Ini akan membantu Anda berpegang pada pengharapan.

Berharap pada Tuhan tidak pernah sia-sia karena Dia yang mengalahkan maut masih memegang kendali, dan Dia selalu bekerja dalam penantian Anda.

Renungkan Kesetiaan Tuhan